Rokok Klenik
Sabtu sore kemarin saya berkunjung ke studio teman saya. Sore itu setelah selesai jam kerja, bersama beberapa teman kami mengobrol santai, tidak ada topik khusus yang dibicarakan. Tiba-tiba saya meminta sebatang rokok milik salah seorang teman, dan menyalakannya. Teman saya lumayan kaget dengan tindakan saya, karena memang kebetulan saya tidak merokok. Tentu saja teman saya menanyakan alasan saya kenapa tiba-tiba saya merokok. Sebenarnya saya juga tidak tahu apa alasannya, namun tiba-tiba saya ingat. Selama sekitar setahun ini kebetulan sekali saya tinggal di sebuah desa, dan sistim kekerabatan di desa ini menurut saya akrab sekali. Bahkan dalam radius 100 meter dari tempat saya tinggal mereka semua bersaudara.
Pernah ada suatu hari tetangga di depan rumah saya ada yang meninggal, dan dalam 7 hari berturut-turut setiap malam diadakan acara Tahlilan di rumah orang yang meninggal tersebut. Tentu saja selama beberapa hari kalau sempat saya mengikuti kegiatan tersebut, sekalian mengobrol dengan beberapa warga yang juga datang. Selama di acara tersebut disuguhi dengan teh, kopi, cemilan ringan dan juga rokok. Rokok di sini di letakkan di dalam sebuah gelas, hampir semua laki-laki yang hadir merokok. Lalu saya juga ingat sekitar dua bulan yang lalu saya juga menghadiri acara tahlilan 40 hari meninggalnya paman saya, jarak rumahnya sekitar 3 jam perjalanan dengan mengendarai kendaraan pribadi. Di sana juga di sediakan rokok dan kebetulan karena saya bertemu dengan banyak saudara sepupu saya yang lain maka sambil mengobrol saya juga ikut merokok.
Tapi satu bulan yang lalu ada sebuah momen menarik, saat itu kebetulan saya sedang mengobrol dengan seorang teman saya yang talah lama tidak bersua. Malam itu sambil minum kopi kami mengobrol di sebuah tempat terbuka yang agak tinggi, di sebuah pusat kerumunan manusia di kota Bandung. Saya memperhatikan ada yang sedikit berbeda dari aktivitas teman seya ketika merokok, sebelum menyalakn rokoknya dia mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya. Botol itu berukuran setengah dari jari kelingking kita, lalu dia mengoleskan cairan yang ada di dalam botol itu ke permukaan rokoknya. Kemudian dia menyalakan rokoknya, setelah beberapa kali hisapan, lalu tercium bau yang wangi sekali di sekitaran kami. Dalam pikiran saya saya menyimpulkan, ternyata cairan yang ada di dalam botol tersebut adalah minyak wangi, begitulah pikir saya.
Daripada penasaran akhiranya saya menanyakan kepada teman saya cairan pewangi apa yang dia oleskan tersebut, karena menurut saya wanginya tidak biasa. Teman saya menjelaskan bahwa wangian yang dia gunakan tersebut adalah minyak ekstraksi dari pohon gaharu. Dan kemudian di manambahkan kenapa dia merokok dengan cara tersebut, adalah bahwasanya ada sejenis entitas yang memintanya untuk menyajikannya asap wangi. Ya menurut penjelasannya beberapa entitas dari tingkatan yang lebih tinggi mengkonsumsi asap-asap dari wewangian minyak gaharu ini. Tentu saja saya berusaha mencerna dengan pikiran saya mengenai apa yang baru saja saya dengar dari penjelasan teman saya tersebut. Tetapi setelah beberapa lama akhirnya saya bisa menyusun pemahaman tersebut dalam pikiran saya.
Saya berpikir selama ini jangan-jangan alasan utama kenapa selama ini manusia merokok adalah, karena entitas-entitas tidak kasat mata ini. Tanpa sadar sebenarnya kita telah dimanipulasi secara alam bawah sadar untuk membeli rokok dan kemudian mengidangkan asap-asapnya untuk mereka. Saya juga ingat di saat usia saya masih 10 tahunan saya masih sempat menyaksikan orang-orang yang meracik sendiri rokok mereka. Selain dari beberapa tembakau pilihan mereka juga menambahkan beberapa bahan yang menambah wewangian di asap rokok mereka, kalau tidah salah saya ada beberapa jenis kemeyan yang ditambahkan. Lalu saya juga ingat dengan acara tahlilan, merka juga menghidangkan rokok untuk para tamu. Ya tamu-tamu entitas yang tidak kasat mata itu mengkonsumsi wewangian asap dari rokok yang dibakar.
Comments
Post a Comment