Kualitas Fokus

    Mulai sekaraang akhirnya aku tahu mesti mulai dari mana, setelah mempelajari selama ini akhirnya aku menemukan salah saatu celah darimana semua ini berasal. Masalahnya adalah kemampuan fokus ku menurun, aku tidak bisa bertahan lama untuk fukus pada satu kerjaan untuk waktu yang lama. Kebanyakan hanya beberapa menit saja bertahan untuk fokus mengerjakan satu pekerjaan, 10 menit kemudian mulai gelisah mencari pengalihan. Kegelisahan ini benar-benar nyata terasa sekali mengganggu pekaerjaanku, seakan-akan duduk diam di kursi mengerjakan satu hal selama 30 menit merupakan sebuah siksaan. Selalu ada saja hal yang melintas di kepalaku selain dari hal yang sedang aku kerjakan, mungkin salah satu godaan paling besar berasal dari internet. Dengan terkoneksi ke internet seakan-akan memancing rasa penasaran yang ada di dalam diriki untuk mencari tahu hal tersebut. Mau itu mencari melalui beberapa macam jalur sosial media, mesin pencari, video YouTube, dan yang sekarang tambah satu lagi AI.

Aku jadi mengingat-ingat bagaimana kehidupanku sebelum terhubung dengan internet. Sepertinya pada masa itu aku masih mampu menyelesaikan membaca buku yang tebal halamannya di atas 300 halaman dengan lancar. Akan tetapi saat ini kemampuan tersebut berkurang dengan jauh. Hal ini pada awalnya tidak kusadari secara langsung, padahal makin ke sini kemampuanku untuk membeli buku semakin tinggi daripada dulu. Ternyata salah satu penyebabnya adalah karena kemampuan fokus yang pendek. Aku pernah membaca sebuah buku tentang merkayasa kebiasaan kita, judulnya Atomic Habit, tulisan Adam Grant. Dimana salah satu cara agar kita terbebas dari kebiasaan yang merugikan caranya adalah dengan menyingkirkan faktor yang membuat kita melakukan kebiasaan tersebut. Aplikasi nyata dari tindakan tersebut adalah aku mulai menghapus beberapa aplikasi sosial media dari telefonku, akan tetapi masih ada beberapa aplikasi yang aku pikir masih perlu ada.

Hal lainnya mungkin nantinya aku akan mulai menghapus beberapa aplikasi marketplace juga, karena kadang-kadang ada saja godaan dari pikiranku walaupun bukan untuk membeli tetapi hanya melihat-lihat beberapa barang. Padahal kalau dipikir lebih dalam lagi sebenarnya akupun belum tentu membutuhkan barang-barang yang aku cari di marketplace tersebut. Ya inti dari salah satu saran yang diberikan oleh Adam Grant tersebut adalah untuk mempersulit kita untuk melakukan kebiasaan kita yang tidak diinginkan tersebut. Kanal berita juga kadang sangat menggangu kita karena kita selalu penasaran tentang hal apa yang sedang terjadi di luar sana. Insting kita sebagai manusia yang ingin lestasri selalu merasa dalam keamanan dan kenyamanan, kita merasa tidak nyaman kalau kita tidak mendapatkan informasi terkini tentang keadaan di sekitar kita. Padahal kalau dipikir lebih dalam lagi seberapa besar dampak langsungnya kehidupan kita, terhadap peristiwa terbaru yang terjadi di pusat pemerintahan?

Kembali lagi kepada kualitas fokus, ya saya sudah menemukan salah satu cara untuk kembali meningkatkan kualitas fokus saya, caranya adalah dengan belajar menulis. Dalam menulis kita membutuhkan fokus dan konsentrasi untuk tetap berada dalam tema yang sedang kita pikir dan tuliskan. Apabila kita terdistraksi maka arah dari tulisan kita akan mulai menyimpang dari tema yang sedang kita sampaikan. Belum lagi dengan kestabilan kita dalam menghasilkan kata-kata, ketika kita terdistraksi menemukan kata-kata selanjutnya yang tepat membutuhkan energi yang lebih banyak. Sedangkan ketika kita tetap fokus, kata-kata seperti mengalis dengan sendirinya dari jari-jemari kita ke atas keyboard. Bahkan jari-jemari tersebut seakan-akan sedang menari-nari di atas keyboard sesuai dengan irama dan lagu tertentu. Pada awalnya bisa saja kita menargetkan untuk dapat bertahan duduk, dengan jari siap atas keyboard dan mata menatap halaman pengolah kata untuk waktu selama 30 menit. Untuk jumlah kata yang dihasilkan tidak usah ditentukan terlebih dahulu, yang penting kita bisa bertahan duduk dengan tenang dan tidak gelisah. Selanjutnya secara perlahan kita bisa menambah berapa lama waktu kita bertahan dengan posisi seperti tadi.

Kalau kita sudah mulai nyaman, barulah kita perlahan-lahan mulai berlatih meningkatkan jumlah kata-kata yang kita ketik dalam waktu tersebut, mulai dari 300, 500, 1000, lalu ke 2000 kata. Menurut saya pada pada awalnya lebih baik kita menganggap bahwa menulis adalah sebuah keterampilan, maka lebih dulu kita harus melatihnya lebih banyak. Apabila kita sudah mulai terbiasa dengan stamina dan kemampuan fokus kita juga lebih baik, maka selanjutnya kita baru masuk ke tahap selanjutnya yaitu mengenai teknik menulis. Akan tetapi pada tulisan kali ini saya hanya akan lebih membahas mengenai sisi latihannya saja, karena tema kali ini adalah mengenai melatih fokus. Ya menurus saya dengan belajar dan latihan menulis, kita dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan fokus kita dalaam mengerjakan sesuatu. Semoga dengan kualitas fokus yang lebih baik, kita juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita sehari-hari.

Comments

Popular Posts