Tukang Siomay AI
Malam Minggu kemarin akhirnya saya berhasil juga bertamu ke tempat teman, sebelumnya kita beberapa kali berencana bertemu tetapi belum kesampaian. Kita ngobrol ngalor-ngidul, mulai dari masa kost-kostan di Bandung dulu sampai dengan hobi dan pekerjaan. Tapi kebanyakan sih tentang hal-hal konyol jaman masih kost di jalan Bali di Bandung. Dari obrolan itu kita me rewiev tipe-tipe Banci yang ada di dekat kost kita, mulai dari banci-banci sangar yang ada di sekitar jalan Belitung dan Kalimantan sampai dengan banci-banci cantik yang ada di sekitar jalan Rakata dan Van De Venter. Pada masa itu kendaraan pribadi masih jarang, dan kalau pulang malam kita harus jalan kaki pulang ke kost dan tentu saja berpapasan dengan mereka yang sedang nongkrong. Karena lumayan lama tinggal di sana maka mau tidak mau akhirnya mulai sedikit memahami kehidupan dan dunia mereka, bahkan kadang-kadang kita juga saling menyapa kalau kebetulan berpapasan. Bahkan dengan dengan yang ada di Jalan Rakata kita berani dengan sengaja mengobrol dengan mereka lho.
Tanpa sadar ternyata lumayan lama juga saya mengobrol dengan teman, dan jam sudah menunjukan hampir pukul 12 malam dan waktunya saya harus pamit pulang. Perjalanan dari tempat teman saya ke rumah lumayan jauh, sekitar 45 menit kalau menggunakan sepeda motor. Ketika sudah dekat dengan rumah, saya melihat angkringan yang biasa saya kunjungi ternyata masih buka, lalu saya memutuskan untuk mampir dan minum segelas minuman hangat dan sedikit cemilan tengah malam. Di sana ternyata juga ada Mas-Mas penjual siomay keliling sedang santai memainkan HP nya, biasanya tengah malam seperti ini para pedagang makanan keliling juga sering santai di angkringan tersebut. Setelah saya duduk di dekat penjual siomay dan lebih memperhatikan aktifitasnya, ternyata dia sedang membuat image dan video AI menggunakan HP nya. Ketika saya basa-basi bertanya sedang bikin apa, dia dengan semangat menjelaskan dan memamerkan hasil-hasil karyanya.
Ternyata lumayan banyak dan bagus juga hasil-hasilnya, dan menurut panjelasannya ternyata butuh usaha yang lumayan rumit juga untuk membuatnya. Mulai dari menginstal aplikasi, mendownload kepustakaan, mencari link Git yang dibutuhkan sampai dengan copy paste, sampai dengan membuat prompt yang sesuai dengan imajinasi. Saya kira pada awalnya kita hanya tinggal instal aplikasi lalu menulis promt saja, ternyata lumayan banyak juga bagian yang saya belum tahu. Dia bahkan juga menyarankan saya untuk mencoba-coba atau belajar mengunakan AI untuk berkreasi dan berimajinasi. Memang sih beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel tentang iklan peralatan olah raga internasional yang dibuat dan di isi dengan AI. Mulai dari ide/konsep iklannya, model dan musiknya dihasilkan dari AI. Tidah susah juga saya pikir, soalnya si Mas penjual siomay keliling juga membuat video pendek di sela-sela waktu kosongnya ketika tidak ada yang membeli dagangannya.
Saya ingat dulu pernah bekerja di sebuah Advertising Agency, dan berkesempatan untuk melihat proses produksi sebuah film iklan untuk TV (TVC). Dengan AI akan ada banyak sekali penghematan di biaya produksi, mulai dari bintang iklan, pemeran iklan, pembuatan set, editing, animator, kameraman, biaya sewa peralatan, sewa studio, konsumsi, akomodasi dan biaya-biaya pendukung lainnya. Muangkin untuk kedepannya untuk produksi sebuah TVC hanya butuh 2 sampai 4 orang saja, mereka hanya duduk di depan komputer mereka masing-masing menghasilkan image, berdasarkan prompting. Lagian sekarang orang sudah jarang menonton televisi, sekarang calon konsumen hanya menonton iklan dari layar HP mereka. Jadi tidak butuh image direkam dengan peralatan rekam beresolisi tinggi, karena output akhirnya hanya untuk konsumsi layar 7 inchi atau 12 inchi (untuk tablet).
Selain itu menurut saya dengan semakin mudahnya sebuah image dihasilkan maka jumlah image yang dihasilkan juga semakin banyak, jadi perbandingan persentase kemungkinan image kita dilihat oleh konsumen juga akan semakin kecil. Belum lagi kedepannya apakah pesan yang kita sampaikan melalui image kita akan diingat oleh konsumen karena saking banyaknya image yang dilihat sehari-hari. Saya rasa dalam beberapa tahun kedepan beberapa brand akan coba beradaptasi mencoba membuat iklan mereka dengn teknologi AI ini. Karena hal ini akan sangat banyak mengurangi biaya promosi, atau bahkan mungkin efeknya bisa menambah margin penjualan ataupun biaya ini bisa disubsidi untuk mengurangi harga jual produk. Mungkin lain kali saya dengan secara sengaja datang membawa laptop, ke angkringan tersebut untuk minta diajarkan secara detail oleh Penjual Siomay tersebut. Bagaimana caranya membuat video dengan AI.
Comments
Post a Comment