Warna Tulisan Hijau

 

Selama dua pekan kebelakanan ini saya banyak menghabiskan waktu di depan monitor komputer, untuk membaca dan juga menulis beberapa resume. Lama-kelamaan mata menjadi cepat lelah dan akhirnya menggangu konsentrasi saya dalam mengerjakan pekerjaan saya. Kalau kondisi ini berlangsung terus-menerus, tentu saja akan mempengaruhi kinerja pekerjaan dan kesehatan saya, maka dari itu saya mesti mencari solusi untuk masalah yang sedang saya hadapi. Daripada harus ke dokter mata ataupun optik, sepertinya saya harus mengotak-atik setingan pencahayaan di monitor saya.

Setelah beberapa kali mencoba mengganti beberapa settingan pencahayaan pada monitor, ternyata hasilnya tidak terlalu signifikan. Akhirnya saya ingat dengan settingan dark mode yang lebih bersahabat untuk mata, karena tidak silau. Beruntung sekali aplikasi yang saya gunakan untuk membaca dan menulis dokumen teks adalah Pages dari IOS nya Apple. Pada aplikasi pengolah kata ini ternyata selain mengganti warna tulisan, ternyata kita juga bisa mengganti warna latar belakang nya. 

Warna latar belakang yang cocok sudah dapat, yaitu warna hitam. Akan tetapi warna tulisan putih masih sedikit menyilaukan mata dan membuat mata cepat lelah. Setelah mencoba berbagai warna, akhirnya saya mengambil kesimpulan sementara bahwa warna hijau tua (hijau botol bir) adalah warna teks yang paling teduh untuk mata saya. 

Kombinasi warna latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau ini, mengingatkan saya waktu pertama kali menggunakan personal komputer. Waktu itu komputer yang saya gunakan belum menggunakan mouse, jadi untuk mengeksekusi perintah, kita harus mengetikkan perintah tersebut. Begitu juga untuk mengakses file, kita harus mengetik alamat file itu pada promt. Dan untuk menggerakkan krusor kita hanya bisa menggunakan tombol anak panah yang ada pada keyboard. 

Tampilannya tepat seperti ini monitor komputer pada tahun 1989, kita hanya bisa mengganti warna teks dengan warna hijau, orange, atau putih. Saya ingat dulu waktu belajar menggunakan aplikasi pengolah kata WordStar ataupun pengolahan tabel ataupun perhitungan Lotus123 tampilannya juga masih seperti ini. Waktu itu mungkin saya masih duduk bangku SMP, mungkin kelas satu. Dan sayapun ingat sempat diminta sama wali kelas untuk membuat tabel nilai rapor dan juga rekapan nilai ujian siswa teman-teman sekelas saya.

Tapi yang paling ngga jelas adalah alasan orang tua saya membeli seperangkat komputer lengkap dengan printer dot matriknya di tahun 1989 itu. Karena seumur-umur sampai sekarang tahun 2024 ( sekitar 35 tahun) saya hampir tidak pernah melihat Bapak saya duduk menggunakan Komputer Rumah (Personal Computer). Waktu pertama beli komputer itu saya ingat, saya disuruh Bapak saya untuk membuat tabel matrikulasi penilaian kinerja orang-orang yang ada dalam pengawasan nya. Mungkin ada sekitar 50 orang yang mesti saya buat rapornya dan input rapornya menggunakan Lotus123.

Kembali ke warna hijau ini, jadi setelah saya melakukan penelitian kecil-kecilan, ternyata warna hijau adalah warna yang paling sedikit membutuhkan penyesuian pada mata ketika kita melihat warna ini. Makanya kalau kita lelah dan stres kita disarankan untuk melihat pemandangan yang berwarna hijau dengan jarak (fokus mata) yang jauh. Dari sejarah perkembangan kehidupan manusia sejak jaman purbakala, (mungkin sekitar 3 juta tahun yang lalu) mata sudah sangat terbiasa dengan warna hijau. Karena mereka hidup di dominasi dengan keberadaan tanam-tanaman segar yang berwarna hijau.

Menurut saya sebenarnya kehidupan kita sebagai manusia sederhana sekali ternyata, untuk mendapatkan kondisi yang optimal kita cukup merunut kepada kehidupan manusia atau cikal bakal manusia yang telah terdahulu. Mungkin bisa saja kita mencari penjelasan secara lebih saintis berdasarkan lebar spektrum warna hijau, yaitu 555 nano meter (angka yang cantik bukan). Jadi saran dari saya kalau mau kesehatan kita optimal maka perbanyaklah mata kita mengkonsumsi hal-hal yang berwarna hijau. Lebih baik lagi kalau lebih sering jalan-jalan melihat pemandangan alam yang berwarna hijau. Jangan Lupa Bahagia!

Comments

Popular Posts