Death Cleaning

Kebetulan sekali saya hanya ikut beberapa WAGroup, yah mungkin hanya sekedar 5 WAG dan salah satunya adalah dari penghuni yang se RT. Lingkungan yang saya tinggali sekarang dihuni oleh orang orang yang sudah berusia lanjut (diatas 55 tahun) dan kebetulan ada beberapa hal menarik yang mereka bagikan di WAG RT. Salah satunya adalah mereka pernah membahas mengenai death cleaning, atau mungkin bisa diartikan bersih bersih sebelum mati. Selama kita hidup mungkin kita telah mengumpulkan begitu banyak barang, baik itu sengaja ataupun tidak Jangan sampai setelah kita mati barang barang itu akan menyusahkan orang orang lain untuk membereskannya.

Sedikit lebih mirip hal ini saya kebetulan pernah membaca mengenai gerakan minimalisme, yang kebetulan didasarkan kepada material akan tetapi landasan pemikirannya lebih kepada spiritual. Artinya kita harus lebih memikirkan lagi lebih dalam dan jujur, dan mencari pertanyaan yang benar benar penting buat kita. Seperti siapakah diri saya saat ini, apakah tujuan dari hidup saya sebenarnya dan untuk mencapai tujuan tersebut apakah yang kita butuhkan. Kalau disederhanakan mirip juga seperti sebuah perjalanan wisata, tujuan kita adalah ingin bersenang senang kita hanya membawa barang yang dibutuhkan saja jangan sampai barang bawaan kita menyusahkan kita dan lupa tujuan awal kita untuk bersenang senang.

Setelah sekian lama menjalan kehidupan ini kita juga bisa berkaca dan bertanya lagi kepada diri sendiri, siapakah saya, apakah yang sebenarnya saya butuhkan dalam hidup ini ? apakah yang benar benar penting dalam hidup saya ? Kita juga bisa mempertanyakan kembali setelah sekian lama kita hidup apakah yang benar benar saya miliki saat ini, apakah yang tersisa dari hidup saya yang mungkin bisa kita berikan kepada orang yang kita anggap penting dalam hidup kita (pribadi) dalam kehidupan ini. Kalau dipikirkan hal paling adil di dunia ini yang dimiliki oleh semua manusia adalah waktu, semua orang punya waktu yang sama di dunia ini yaitu 24 jam sehari. Jadi untuk gampangnya kita bisa menganggap nahwa 24 jam adalah modal dasar kita.

Seandainya kita anggap waktu adalah satu saatunya mata uang yang ada di dunia ini,i kita bisa memperlakukan diri kita sepereti sorang perencana keuangan. Kita harus mendata kembali siapa saya, apa yang penting untuk saya, siapa yang saya anggap penting dalam hidup saya dan akan saya alokasikan ke mana waktu 24 jam yang benar benar saya miliki. Bisa jadi nanti akan ada daftar prioritas dan kita akan menghabiskan waktu kita untuk hal hal yang paling kita anggap penting dalam hidup kita kepada hal hal yang kurang penting. Jangan sampai kita keliru dalam menyusunnya, jangan sampai kita menyusun daftar yang salah. Karena seperti sebuah perjalanan jangan sampai kita malah membawa barang barang (beban) yang justrunya akan menyusahkan perjalanan kita. Waktu perjalanan untuk bersenang senang justru dihabiskan untuk memperhatikan/mengurus barang barang  bawaan.

Comments

Popular Posts