tukang setting amatir
Sudah lama sekali pekerjaan saya
tidak tergantung kepada komputer atau lebih tepatnya ada masanya pekerjaan saya
harus dan hanya dapat dikerjakan dengan komputer. Yah mungkin awalnya sekitar 25 tahun yang
lalu saat mesti menulis bahasa program komputer (bertahan sekitar tiga tahun)
dan kemudian pekerjaan lainnya adalah mesti memindahkan hasil pemotretan dari
kamera digital ke komputer kemudian mengeditnya (hanya bertahan 2 bulan). Sedangkan bidang kerjaan yang lain komputer
hanya dipakai untuk menulis laporan, mebuat perencanaan, mengirim dan menerima
instruksi kerjaan dengan email, dan menganalisa data.
Kebetulan sekitar bulan November 2017
lalu rekan kerja yang biasa mensetting gambar utuk dijadikam film mengundurkan
diri karena ingin menjalankan usaha sendiri, jadilah pekerjaa mensetting di
maklunkan ke luar. Setelah beberapa kali ternyata kalau di lempar keluar
kerjaan settingan jadi lebih lama karena banyaknya antrian kerjaan yang masuk
ke tempat itu, selain itu juga sempat terjadi beberapa kali kekeliruan sehingga
mesti bolak balik revisi. Akibatnya semua jadwal pekerjaan sablon jadi ikut
ikutan molor dan kerjaan yang semakin menumpuk. Daripada masalahnya semakin
menumpuk akhirnya mau tidak mau saya haru mulai lagi belajar software yang
digunakan untuk mensetting gambar.
Ada tiga buah program yang biasa
di gunakan untuk pekerjaan menseting gambar ini dengan masing masing kelebihan
dan kekurangannya. Program yang paling umum dan sering digunakan adalah
coreldraw. Pada awalnya versi yang saya gunakan adalah x7 tetapi karena keterbatasan spesifikasi hardware
program tersebut berjalan sangat lambat di komputer saya, bahkan sering terjadi
lag dan programnya crash. Atas saran teman akhirnya saya menggunakan yang versi
x5 nya saja, dan ternyata tepat program berjalan lancar dan crash jarang
terjadi lagi. Versi yang lebih rendah tentunya hanya membutuhkan sumber daya
yang tidak banyak juga dan kebetulan sekali cocok dengan spek komputer yang
saya gunakan (sebenernya sih pake laptop keluaran tahun 2012).
Corel versi x7 masih sering
digunakan, tetapi hanya digunakan untuk membuka file AI saja (kebetulan ada
beberapa klien yang bekerja menggunakan program adobe illustrator dan tentunya
selalu mengirimkan file dalam bentuk Ai) untuk selanjutnya disipan dalam format
x5. Kenapa tidak langsung di buka saja file Ai tersebut dengan corel x5, ya benar dulu sempat dicoba tetapi ada
beberapa detail yang hilang. Ketahuannya setelah file dibuka dibandingkan
dengan preview gambar yang ber format jpeg, selidik punya selidik ternyata
versi Ai yang digunakan oleh klien saya adalah versi yang paling baru. Pernah
juga berusaha untuk disetting langsung menggunakan adobe illustrator tetapi
ternyata kinerja komputer saya justru lebih berat lagi dan memakan waktu yang
lebih lama.
Setelah melakoni pekerjaan
sabagai tukang setting amatir selama lebih kurang lima bulan, semakin lama
ternyata bisa bekerja semakin cepat dan praktis. Kesalahan dan kekeliruanpun
semakin dapat dikurangi sambil terus menerus mengevaluasi bagai mana cara kerja
yang paling efektif dan minimimal kesalahan. Bahkan ukuran keyboard dan posisi
mouse juga mempengaruhi kinerja, makin ringkas ukuran mouse ternyata makin enak
untuk menekan shortkey dan tidak memenuhi meja kerja. Sedangkan posisi memegang
mouse yang tepat juga akan menghidari kita dari resiko pergelangan tangan menjadi
pegal. Dimana ada kemauan (dan kebutuhan) disitu ada jalan.
Comments
Post a Comment